Chapter 6 : Dimanakah Aku...?






Enjoy reading! Hope you find it useful as well asa entertaining! (Semoga bermanfaat dan juga menghibur)

Attention To All Readers 

Saya, sebagai author, akan sangat senang jika kalian mau memberikan komentar kalian mengenai chapter kali ini. Terimakasih atas kunjungan kalian ke blog saya. Jangan lupa di vote, share, comment juga di Wattpad ya, it'll be very helpful...


That's all for now, 
Çok teşekkür ederim! Hadı Görüşürüz!
(Thanks a lot, see you later)


******************************************


Sherry Birkin's Point Of View



( Kediaman Alfred Muller )




Saat aku bangun, kepalaku sakit sekali. Aku menoleh ke sekitarku. Nampaknya aku tidak mengenali tempat ini.



Dimana aku?
Ini bukan rumahku, juga bukan rumah Candice ataupun rumah bibi.


Aku mencoba fokus mengingat hal terakhir yang bisa kuingat dan saat ingatanku kembali melintas di pikiranku terkait kejadian semalam, aku mulai berkeringat karena ketakutan.


Oh tuhan.....! Apa aku diculik oleh orang yang menyiksaku tadi...?? Tapi aku ingat dengan jelas ada beberapa orang yang datang dan mereka bertarung melawan orang yang hendak membunuhku.


Apakah mereka yang menyelamatkanku?


Mereka bisa saja meninggalkanku bersama orang-orang berengsek itu, namun mereka tidak melakukannya, justru merekalah yang menyelamatkanku. Dan aku masih ingat seorang pria yang membawaku ke dalam mobil. Dia berteriak memanggil-manggil namaku, tapi aku tidak ingat seperti apa tampang orang itu, karena setelah itu yang kulihat hanyalah gelap gulita. Entahlah, semua ini membuatku bingung. Kepalaku belum siap untuk menerima semua ini.


Aku sangat lapar. Aku harus memakan sesuatu, perutku kelaparan dan tenggorokanku terasa kering kehausan. Saatitulah kulihat terdapat segelas jus jeruk di atas meja yang terletak di samping tempat tidur. Kuambil jus itu dan kuminumnya tanpa bernafas.


Sial!
Aku benar-benar kehausan!
Kepalaku pusing sekali, dan badanku terasa lemas....


Aku menutup mataku dan menunggu rasa pusing dari kepalaku mereda. Setelah agak baikan, aku kembali membuka mataku dan berjalan melihat-lihat ruangan nyaman yang kutempati ini.


Saat aku melihat ke sekelilingku, aku merasa kamar ini tampak seperti tidak asing bagiku. Beberapa saat kemudian, aku mengingatnya dan mulai terkejut.


Oh....ya tuhan....!
Ini benar-benar mustahil!
Apa aku sudah mati?
Dan sekarang aku sudah berada disurga?


Ini dalah kamar yang selau kuimpi-impikan sepanjang hidupku. Aku selalu menginginkan kamar yang besar dengan lampu kaca di atapnya agar aku bisa tidur di bawah sinar cahahaya karena aku sangat takut terhadap kegelapan. Aku juga selalu menginginkan kamar dengan rak lemari yang besar dan lebar dimana buku-buku tersusun rapi di dalamnya agar aku bisa membacanya kapanpun aku mau.
Perlahan aku berjalan menuju rak buku itu, aku mengambilnya satu lalu kemudian membacanya.


Oh tuhan!
Sayang sekali, padahal aku belum siap untuk mati!


Aku mencubit tanganku memastikan apakah aku sedang bermimpi, namun aku masih merasakan sakit dan tak ada yang berubah di sekelilingku. Berarti aku sedang tidak bermimpi, ini nyata.


Ini benar-benar nyata...!


Aku ingat saat aku berkunjung ke perpustakaan untuk membeli buku itu, namun kaget saat melihat harganya, lalu kuletakkan kembali buku itu dan langsung kutinggalkan perpustakaan tersebut. Aku rindu membaca buku-buku itu lagi. Kukira, pemilik rumah ini mempunyai selera yang sama denganku.


Namun ini agak aneh!


Bagaimana mungkin seseorang memiliki kesamaan selera persis seperti yang kuingin-inginkan? Kamar, rak, dan buku-buku yang sangat kusukai ?


Aneh
Sangat aneh.


Sepertinya, sang pemilik rumah ini telah mencuri buku diary-ku dan membuat reflikanya dalam bentuk nyata.
Aku kembali menelurusuri ruangan itu untuk mencari kamar mandi. Aku bahkan mulai berpikir ini bukan kamar sama sekali. Aku memasuki sebuah kamar yang awalnya kukira adalah kamar mandi. Begitu aku masuk, kulihat sebuah lemari dinding berukuran besar tepat di hadapanku. Namun itu bukan sekedar lemari dinding biasa. Itu....
Ya tuhan...!


Terdapat berbagai macam pakaian perempuan yang seukuran dengan badanku didalamnya. Semuanya terlihat baru dan mewah. Aku mengamati baju itu satu-persatu dan saat kuperhatikan, ternyata semuanya adalah baju yang pernah kucoba saat aku pergi ke Mall bersama adiku Kelsey, lalu kutinggalkan ketika kulihat harganya sangat fantastis. Semua baju, tas dan sepatu itu ternyata semuanya adalah barang-barang yang pernah kucoba saat berbelanja ke Mall.


Ini tidak nyata!


Apa aku sudah mati sehingga aku bisa melihat semua yang aku inginkan atau sang pemilik rumah ini sengaja diam-diam telah mengambil dairy-ku?


Mengerikan!


Aku cepat-cepat keluar dari kamar itu dan mencari kamar mandi.


Saat aku bercermin, aku terkejut melihat bayangan diriku sendiri di dalam cermin. Wajahku pucat dan pipiku dibaluti perban. Ditambah dengan badanku yang berbau tak sedap. Karena itu aku memutuskan untuk mandi dan membersihkan diri sebelum bertemu dengan pemilik rumah ini dan berterima kasih karena sudah menolongku.



******************************************


Alfred Muller's Point Of View




Aku sangat marah. Benar-benar marah, saat dua orang bajingan yang mendorong Sherry ke tembok berhasil kabur. Satu orang yang masih hidup berhasil bunuh diri sebelum anak buahku menangkapnya. Jadi aku tidak tahu siapa yang telah menyakiti Sherry. Siapapun orangnya, aku yakin dia adalah komplotan Charles Wiggins. Dasar Bedebah!!


Lainkali akan kupenggal kau, Vincent!!


Aku sedang berjalan melewati kantorku ketika Chris menatapku dengan tajam. Dia tidak berhenti menatapku, tapi aku terlalu geram untuk menghiraukannya.
"Alfred, mataku hampir keluar melihatmu bolak-balik terus seperti itu" ujarnya,
Aku menolehnya.


Kalau saja itu anak buahku, dia pasti sudah kubunuh. Tapi dia adalah sahabatku, dia sudah seperti saudaraku.


"Si bajingan Vincent itu mencoba untuk membunuh gadisku. Dia selalu berusaha untuk menghancurkan semua yang kumiliki. Semua yang kucintai!! Akan kubunuh kau, Anjing sialan!!" teriakku dengan geram.


"Alfred! Kau berpikir dengan nafsumu! Tenangkan dirimu, bro! Kita tidak punya bukti kalau orang yang mencelakai Sherry adalah Vincent. Bisa saja itu mush kita yang lain!" timpalnya.


Lagi-lagi yang dia katakan itu benar.
Aku tidak punya bukti kalau orang yang hampir membuat nyawa gadisku melayang adalah Vincent D'onofrio. Namun satu hal yang pasti, saat aku bertemu dengannya akan kuhabisi dia tanpa ampun. Bahkan sampai mencabiknya bila perlu.
Mereka mencoba menyentuh gadisku.


Sherry.


Mendengarnya membuatku merasa bersalah karena aku tak bisa menjaganya.
Saat dia tergeletak di atas tanah tak sadarkan diri karena bajingan itu menghantamnya dengan keras, membuat darahku naik dan amarahku memuncak. Dia benar benar kesakitan saat itu.
Jadi aku mengikuti apa yang pertama kali terlintas dipikiranku, membawanya ke rumahku. Dia mungkin akan terkejut saat dia tahu aku telah membawanya ke istanaku.


Sebelum aku mencapai Istanaku, Dokter Matthew telah stand by di rumahku. Dia langsung memeriksa luka Sherry. Saat dia menyentuh Sherry, aku merasa cemburu dan marah karena caranya menyentuh Sherry tidak wajar di lakukan oleh seorang Dokter. Dia mengelus wajah putihnya yang halus itu, mengusap rambutnya dan menatapnya dengan serius. Tapi aku tidak bisa menghentikannya karena dia memerlukan perawatan medis secepatnya. Aku memutuskan untuk melarang siapapun masuk keruangannya kecuali aku.


( Dr. Matthew. 32 tahun, dokter pribadi Alfred )


Aku menghela nafas lega saat Dokter Matthew memberitahuku bahwa Sherry baik-baik saja. Dia bilang kalau Sherry hanya sedikit terbentur dan memar. Luka benturan dikepalanya tidak terlalu parah dan luka memar dipipinya juga sudah menghilang. Dia hanya perlu istirahat.


Entah itu Charles Wiggins ataupu. Vincent, aku bersumpah.....! kan kubunuh para bedebah itu!


Dia telah tertidur selama dua hari.
Aku serasa mati melihat mata hitamnya yang kecoklatan itu, senyumnya yang manis, dan saat dia tertidur tak sadarkan diri. Wajahnya yang cantik serta tubuhnya yang mungil membuatnya tampak seksi saat dia tertidur. Aku hampir memeriksa kamarnya setiap menit karena aku tidak bisa jauh-jauh darinya terutama ketika dia memerlukanku.


Aku telah mendisain ruangannya persis seperti yang ia impi-impikan selama ini. Aku masih ingat saat dia meninggalkan diary-nya di Cafe tempat biasa dia makan dan dengan sengaja aku mengambilnya. Aku membaca semua yang dia tulis. Dia mengungkapakan semua yang dia inginkan termasuk kamar, rumah, lemari baju dan semuanya. Namun saat aku membaca bagian terakhir diary-nya, aku sangat terkejut. Dia mengungkapkan kalau dia ingin mendirikan sebuah panti asuhan bagi mereka yang tidak memiliki tempat tinggal dan berbagi kasih dengan semua orang. Ternyata gadisku adalah perempuan yang dermawan dan dia juga memiliki hati yang baik dan bersih.


Jadi sudah sepantasnya aku memberikan semua yang dia inginkan selama ini. Aku langsung membeli semua baju yang pernah dia coba namun tidak dia beli karena harganya terlalu mahal. Aku juga telah mengisi ruangannya dengan semua buku yang dia sukai.


Dia pantas mendapatkan apapun yang diinginkannya. Lagi pula, gadisku akan mendapatkan apapun yang dia inginkan.
Dan sekarang, aku telah menunggunya selama dua hari.


Pikiranku terganggu saat aku mendengar suara ketukan pintu. Begitu pintu kubuka, ternyata itu adalah pembantuku yang pernah kusetubuhi dengan kasar sampai dia memelas untuk melakukannya lagi.


"Mau apa kau?" tanyaku,


"Tuan Alfred, perempuan itu, dia sudah sadar. Jika anda....." belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, aku langsung bergegas menuju ruangannya. Aku sudah menunggunya dari kemarin.


Aku senang. Akhirnya dia bangun juga.
Aku tidak sabar ingin melihat bagaimana reaksi matanya saat melihat kamarnya yang didisain persis sesuai dengan yang diinginkannya. Aku meraih pintu kamarnya dan tanpa repot-repot mengetuknya terlebih dahulu aku langsung berjalan memasuki kamarnya. Kulihat kamarnya kosong.


Dimana dia?


Tiba-tiba aku mendengar suara Shower menyala di kamar mandi.


Mungkin aku bisa menunggunya sampai dia keluar?


Sambil menunggunya keluar, aku duduk di sofa dan bersandar menghadap ke kaca kamar mandi. Aku membayangkan dia berdiri didepan bak mandi dengan tubuhnya yang telanjang, kemudian air memancar dari shower dan membasahi sekujur tubuhnya, menyentuh setiap inchi tubuhnya tanpa rasa malu dimana aku bisa mengelusnya dengan jari-jariku.


Aku bisa saja masuk ke kamar mandi dan menyentuhnya, merasakan setiap inchi tubuhnya, kulitnya, menciumi setiap lekukan tubuhnya secara perlahan dengan lidahku. Aku bisa saja menyetubuhinya di depan tembok kamar mandi sampi ia tak sadarkan diri, didepan bak mandi atau di atas lantai sampai dia meneriakan namaku karena saking nikmatnya. Toh, selama ini tak ada yang pernah menolakku.
Tapi aku tidak bisa melakukan itu padanya. Jika aku berpikir dengan nafsuku, dia pasti akan membenciku seumur hidup. Aku merasakan penisku mulai mengeras di dalam celanaku.


Oh tuhan...!
Aku butuh setablet obat penenang kalau tidak, aku akan kehilangan Sherry-ku.


Beberapa saat kemudian, kudengar air showernya berhenti memancar.
Aku merasakan betapa kerasnya penisku didalam celanaku saat melihat Sherry keluar dari kamar mandi tanpa menggenakan busana kecuali sehelai handuk yang ia pakai dan berjalan memasuki kamar dimana ada lemari baju di dalamnya. Dia tidak sadar sedikitpun bahwa dari tadi aku memperhatikannya.


Ya tuhan...!
Dia sangat seksi dan nikmat!!
Tahan Alfred, tahan!! Kau bisa kehilangan dia jika kau melakukannya sekarang!!


Benar. Aku harus menahan diri.


Bacot!! Aku sudah tidak tahan!


Tanpa basa-basi, aku langsung memasuki kamar itu dan menyusulnya dari belakang.
Saat dia menyadari ada seseorang dibelakangnya, dia berbalik. Dan....ini sangat menyenangkan!





                                         To be continued........

******************************************



Author's Note


Oke readers. Itu tadi part 6 dari ceritaku ini. Bagaimana menurut kalian kelanjutan ceritanya? Baca terus dan nantikan kisah-kisah yang menarik lainnya ya! karena saya juga sedang menulis seri-seri cerita yang lainnya, jadi mohon maaf mulai sekarang update ceritanya agak lambat. Saya minta bantuannya kepada kalian semua, jangan lupa di share, di komen dan di voting ya ceritanya.....biar banyak referensi lagi🙏🙏 Salam pemuda penuh imajinasi, tangan terkepal mari berkreasi👊👊✌😎

Comments

Popular Posts